Identitas
Novel Terjemahan
Judul Buku :
The Lost City of Z
Pengarang :
David Grann
Penerjemah :
Primadonna Angela
Penerbit :
PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit :
2015
Tebal buku :
464
ISBN :
978-602-03-1380-1
Bagian
-
25 Bagian
-
Ucapan Terima Kasih
-
Catatan Mengenai Sumber
-
Catatan
-
Bibliografi Terpilih
Sinopsis The Lost City of Z
Pada
bulan Januari yang dingin pada tahun 1925 terjadi perjuangan melawan
kolonialisme di Hindia Belanda tengah memasuki fase radikalisasi di Brazil.
Seorang lelaki dewasa dan ditemani 2 orang anak muda yang tak lain anaknya
sendiri dan sahabat anaknya. Mereka bertiga berasal dari Inggris sedang
berjuang di antara belantara hutan Amazon yang ganas untuk menuntaskan rasa
penasarannya terhadap suatu kota Z. Lelaki deasa itu bernama Percy Fawcett, anaknay
bernama Jack dan sahabat anaknya bernama Raleigh Rimell berusaha mecari kota Z beserta
peradaban yang hilang yang belum pernah dilakukan oleh orang lain. Namun
perjuangan penjelajahan Percy Fawcett, Jack dan Rimell lenyap dalam hutan Amazon dan tak pernah ditemukan
sehingga menjadi sebuah misteri.
Para ahli dan ilmuwan menemukan apa
yang yang dicari dalam ekpedisi Fawcett sebagai kota Z yang menjadi penemuan terbesar abad ini. Fawcett merumuskan teori dari kota yang disebut 'Z' pada
tahun 1912. Keyakinannya itu sebagian didorong oleh penemuan kembali kota Inca
yang hilang di Machu Picchu, pada tahun 1911, tersembunyi di Pegunungan Andes,
Peru. Selama perjalanannya, Fawcett juga mendengar desas-desus adanya kota
rahasia terkubur di hutan Chile yang dikatakan memiliki jalan beraspal di perak
dan atap yang terbuat dari emas. Mereka tak pernah kembali lagi
semenjak saat itu. Tak ada yang tahu apakah mereka menghilang, dibunuh suku
Indian, atau justru telah menemukan peradaban yang dicari dan tidak mau kembali
ke dunia luar. Penjelajah legendaris
memicu gelombang pencarian besar-besaran. Ditambah lagi perjalanan Fawcett ini dibiayai oleh organisasi lintas
negara seperti Royal Geographical Society di Inggris, North American Newspaper
Aliiance dan Pemerintahan Brazil.
Dalam surat yang ditulis untuk anaknya, Fawcett menceritakan
hipotesanya
mengenai usia kota Z yang lebih tua dari peradaban Mesir Kuno. Didasarkan oleh
prasasti yang banyak ditemukan di Brasil, penduduk yang menggunakan sebuah
tulisan abjad gabungan dari tulisan Eropa dan Asia kuno. Fawcett
sebelumnya juga pernah menjelajahi hutan Amazon yang berada di bagian Bolivia.
Ia diminta untuk membuat peta dan menentukan garis batas negara tersebut dengan
Brazil. Pada 29 Mei 1925,
Fawcett dan timnya mencapai tepi wilayah yang belum pernah dijelajahi dan
menetap sementara di hutan asing yang belum pernah ia dilihat. Dia menjelaskan
dalam surat yang ia kirim ke rumahnya bahwa mereka telah melintasi Upper Xingu,
anak sungai tenggara Sungai Amazon dan telah mengirimkan sahabat untuk kembali
ke Brasil dan ia melanjutkan perjalanan sendirian. Pada bulan kelima
ekspediai Fawcett dan timnya telah sampai di daerah yang disebut Dead Horse
Camp. Dan dititik ini mereka berhenti. Banyak kejadian
mengerikan terjadi mulai dari binatang buas yang selalu menunggu, hutan yang
begitu mengerikan dan sering terjadi kelaparan sehingga harus makan apapun yang
ada di hutan.
Perjalanan ini direncanakan berjalan selama sekitar satu tahun. Tetapi
hingga dua tahun mereka belum kembali, lantas orang-orang mulai khawatir. Seorang wartawan bernama
Albert de Winton pergi pergi mencari Fawcett. Tetapi dia dan timnya dan tidak
pernah terlihat lagi. New York Times juga pernah menyebutkan
jika pencarian menghilangnya Fawceet ini mengakibatkan fokus pencarian hanya
tertuju pada jejak Fawcett dibandingkan pencarian pencarian yang lain. Namun
tidak ada satupun orang yang bisa melacak kebereadaan Fawcett. Yang ada para
pencari banyak yang tidak kembali karena dibunuh suku Indian dan kelaparan. Secara total, 13 ekspedisi akan dilakukan dalam upaya
untuk menemukan jawaban atas nasib Fawcett, dan lebih dari 100 orang kehilangan
atau menghilang dalam upaya pencarian Fawcett. Ribuan orang dilaporkan pergi selama beberapa
dekade mendatang juga untuk melakukan ekspedisi yang sama.
Terdapat
beberapa kemungkinan yang dialami Fawcett yaitu Fawcett telah naik Sungai Kuluene dan dibunuh karena
menghina seorang kepala suku Indian. Kemungkinan lain adalah bahwa ia dan timnya meninggal
akibat kecelakaan seperti penyakit atau tenggelam. Kemungkinan yang
terakhir adalah mereka tertangkap dan dibunuh.
Didorong
rasa penasaran yang luar biasa, David Grann memutuskan untuk menelusuri jejak
Fawcett. David Grann ingin mencari sang penjelajah tersebut sekaligus
membuktikan apakah benar kota atau
peradaban yang dimaksut oleh Fawcett. Lantas Grann mulai melakukan
serangkian penelitian pustaka dan pergi ke Inggris untuk bertemu keluarga
keturunan Fawcett yang masih tersisa serta dokumen – dokumen Fawcett yang bias
diakses di perpustakaan nasional di Inggris dan Brazil. Selain itu dia juga
mengurus asuransi untuk bersiap siap kemungkinan terburuk yang akan terjadi
pada dirinya.
David Grannn mengaku bukan
penjelajah tetapi senantiasa terpukau dengan kisah-kisah penjelajahan dan
misteri dan bermodalkan kenekatannya. Lalu ia mengumpulkan dokumen-dokumen
lawas dari dokumentasi berita-berita di koran dekade 1920-an sampai surat-surat
yang dikirimkan Fawcett kepada keluarga di awal misinya. David Grann lalu
memutuskan untuk menelusuri jejak terakhir Fawcett.
Setelah
perjalanan panjang David Grann berhasil tiba di titik terakhir dan terdekat
yang menyebutkan Fawcett dan kedua kawannya ada. Ada satu bagian yang begitu
ironis, jarak yang dulu ditempuh Fawcett selama 1 bulan, oleh David Grann ditempuh hanya dalam 2 hari saja
sudah sampai dengan menggunakan mobil. Selain itu setengah hutan yang ada pada
jalur itu sudah musnah oleh penebangan dan perusakan liar.
Pada
akhirnya kota Z memang tidak berhasil ditemukan oleh David Grann sendiri. Meski banyak
rumor jika dirinya telah sampai ke kota Z. Mungkin kota Z yang katanya seluruh
kota terbuat dari emas itu hanya ilusi, atau hanya belum ada orang yang menemukannya Banyak sisa-sisa tempat keagamaan
dan tempat kuno ditemukan dalam
beberapa dekade terakhir seperti di hutan Guatemala, Brasil, Bolivia, dan
Honduras. Dengan munculnya teknologi pemindaian baru, memungkin kan untuk
mendorong ditemukannya kota legenda ini.










